HARYOTO JALUR DUA SUNGAILIAT

Sabtu, 24 Oktober 2009

Guru Non Sarjana Akan Diberhentikan

Guru Non Sarjana Akan Diberhentikan
By Republika Newsroom
Rabu, 21 Oktober 2009 pukul 10:02:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share

SAMPIT--Guna meningkat kualitas pendidikan, pada tahun 2015 mendatang tenaga pengajar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, diharuskan berpendidikan sarjana dan bagi guru non sarjana akan diberhentikan. "Persyaratan tersebut mutlak tidak dapat ditawar-tawar lagi dan berlaku untuk semua tenaga pengajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) atau yang sederajat," kata kepala Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kotim, Yanero, di Sampit, Rabu (21/10).

Dikatakannya, ke depan tenaga pengajar diwajibkan memiliki kompetensi dan mengikuti sertifikasi dan apabila tidak sanggup memenuhi persyaratan tersebut maka yang bersangkutan dipastikan akan diberhentikan sebagai guru. Menurut Yanero, persyaratan tersebut memang wajib, namun tidak berlaku dengan serta merta begitu saja melainkan perlu waktu dan diberlakukan secara bertahap.

Dengan diterbitkannya peraturan tersebut oleh pemerintah pusat, katanya, maka bagi tenaga pengajar yang berlatar belakang berpendidikan diploma atau belum sarjana dianjurkan untuk mengikuti sertifikasi Sarjana. "Ketentuan tersebut akan berlaku pada 2015 nanti dan kedepan setiap guru hanya dibenarkan memegang satu mata pelajaran saja," katanya.

Untuk itu, bagi tenaga pengajar yang saat masih belum berpendidikan sarjana masih memiliki kesempatan untuk mengikuti sertifikasi pendidikan sarjana. Sebetulnya Kotim sendiri setiap tahun ditarget mampu merekrut sedikitnya 300 tenaga pengajar berpendidikan sarjana, namun target tersebut hingga saat ini masih belum bisa terpenuhi dan selama 2006 hingga 2009 Kotim baru mampu merekrut sebanyak 500 guru kontrak.

Yanero mengungkapkan, dari 300 guru sarjana yang ditargetkan, Kotim baru mampu memenuhi 175 guru sarjana saja per tahunnya, hal itu dikarenakan tenaga pengajar di Kotim masih banyak yang belum sarjana. "Tenaga pengajar di Kotim saat ini masih didominasi oleh guru lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang jumlahnya mencapai 60 persen, berpendidikan diploma 20 persen dan sarjana 20 persen," ungkapnya.

Sedangkan 40 persen tenaga pengajar diantaranya saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana melalui Universitas Terbuka (UT). Lebih lanjut Yanero mengatakan, Kotim saat ini memiliki sebanyak 4000 tenaga pengajar yang bertugas di seluruh sekolah yang tersebar di Kotim.

Dengan jumlah guru tersebut, Yanero memastikan masih belum dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga pengajar di Kotim dan tanaga pengajar akan terpenuhi apabila telah mencapai jumlah 5000 hingga 6000 guru. "Jumlah sekolah di Kotim merupakan terbanyak kedua se-Kalteng setelah Kabupaten Kapuas, yaitu 457 sekolah yang terdiri dari 325 Sekolah Dasar, 95 Sekolah Menengah Pertama dan 37 Sekolah Lanjutan Atas atau yang sederajat," jelas Yanero.

Sebetulnya, setiap sekolah yang terdiri dari kelas I samapai dengan kelas VI standarnya adalah harus memiliki sedikitnya sembilan tenaga pengajar, namun saat ini standar tersebut masih belum bisa terpenuhi di karenakan terbatasnya tenaga pengajar. ant/taq
Comment & Contribute
Member Comments
Guru harus sarjana itu baik, tapi akan lebih baik apabila guru harus mempunyai cinta kepada profesi dan muridnya. Saya melihat adanya kejar gelar guru-guru yang belum sarjana, menjadi sarjana tapi sayang tanpa diimbangi dengan pengetahuan yang sesuai. Ada banyak guru yang sarjana dengan IP yang cukup tinggi (tiga lebih) tapi tidak memiliki dan tidak tahu filosofi pendidikan, teknik mengajar malahan ada yang tidak paham materi yang akan diajarnya. Saya tidak ingin mengatakan bahwa guru sarjana itu lebih hebat atau lebih jelek dari guru yang belum sarjana, tapi saya cuma ingin mengajak semua pihak untuk agar jangan menjadikan sarjana sebagai tolak ukur bagi segalanya. Masih banyak tolak ukur lain yang tentunya harus dilihat juga, dedikasi dan rasa cinta pada profesi, pengetahuan, tingkah laku ( budi pekerti, spiritualnya dsb.
nanang sumanang
Laporkan komentar

Tidak ada komentar: